3 Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun Bisnis Online
Sebelum anda terjun dalam kancah bisnis online di internet, tentunya
anda harus membutuhkan perencanaan dan persiapan yang benar-benar
matang. Banyak orang mengatakan bahwa memulai usaha bisnis online tidak
sesulit di bisnis offline, namun pada kenyataanya masih banyak sekali
pelaku usaha bisnis online mengalami kegagalan dalam menjalani usaha
onlinenya tersebut. Kenapa itu bisa terjadi?
Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai bisnis secara online. Pengharapan Anda hendaklah realistis jangan terlalumuluk-muluk. Kecil kemungkinan Anda akan menjadi milyuner dalam semalam, yang jelas tetapkan cita-cita yang wajar dan terjangkau oleh Anda sendiri. Memang benar banyak orang mendapatkan uang dgn mudah dan banyak via internet namun tentu saja itu terjadi harus dari awal, maksudnya Anda pun harus merangkak dahulu pelan-pelan. Kesabaran penting sekali artinya.
Berikut saya akan mencoba memberikan beberapa informasi dan tips, 3 Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun Bisnis Online untuk menghindari kegagalan yang tentunya tidak kita inginkan.
1. Membuat Sebuah konten artikel
Di langkah pertama ini, anda harus bisa membuat konten / artikel yang menarik untuk menjaring banyak konsumen. Konter tersebut bisa berupa produk digital, video tutorial, ebook, forum komunitas, atau pun produk jasa lainnya. Disini anda harus memiliki kreativitas dalam menulis sebuah artikel atau ebook, membuat sebuah forum komunitas yang diminati oleh banyak konsumen, kemudian tingkatkan juga untuk mampu dalam memproduksi video tutorial. Dalam hal ini sangatlah penting untuk menciptakan sebuah konten yang benar-benar berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga konten yang telah anda buat tidaklah tenggelam dalam kancah persaingan di bisnis online yang semakin lama semakin kian maju dengan pesat.
2. Membuat dan Mempublikasikan di website
Kemuadian setelah konten anda telah siap, langkah berikutnya adalah mempublikasikan konten tersebut pada sebuah website. Saat ini website bisa diartikan sebuah toko atau lapak untuk memasarkan akan produk/jasa anda di bisnis online, sehingga semua konten tersebut bisa diinformasikan kepada para konsumen di media tersebut. Oleh karena itu buatlah desain akan website bisnis online anda semenarik mungkin, supaya para konsumen pengguna internet yang berkunjung di web anda bersedia untuk menggunakan konten dan juga membeli produk-produk yang anda tawarkan di bisnis anda.
3. Meningkatkan traffic kunjungan website
Kemudia langkah ketiga, saat inilah anda harus fokus untuk bagaimana cara mendatangkan kunjungan ke website anda. Langkah ini yang paling sering menjadi kendala bagi para pelaku bisnis online, karena persaingan sudah sangat sekali padat akan pemain bisnis online internet. Untuk itu di butuhkan sebuah strategi di bidang internet marketing dalam mendongkrak traffic pengunjung di situs anda. Dalam strategi internet marketing, anda bisa menggunakan dukungan SEO, program affiliate marketing, atau bisa juga menggunakan manfaat dari situs jejaring sosial seperti halnya facebook, tweeter, blog, ataupun youtube dalam mempromosikan website bisnis online anda.
Demikian tadi info yang bisa saya berikan. Bagi anda-anda semua para pembaca yang tertarik dalam menjalani bisnis internet online, semoga saja dapat terbantu setelah membaca info dan tips yang sudah saya bahas diatas tentang 3 cara dalam membangun bisnis online. semoga sukses selalu... salam.... ganbatte!!!....
Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai bisnis secara online. Pengharapan Anda hendaklah realistis jangan terlalumuluk-muluk. Kecil kemungkinan Anda akan menjadi milyuner dalam semalam, yang jelas tetapkan cita-cita yang wajar dan terjangkau oleh Anda sendiri. Memang benar banyak orang mendapatkan uang dgn mudah dan banyak via internet namun tentu saja itu terjadi harus dari awal, maksudnya Anda pun harus merangkak dahulu pelan-pelan. Kesabaran penting sekali artinya.
Berikut saya akan mencoba memberikan beberapa informasi dan tips, 3 Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun Bisnis Online untuk menghindari kegagalan yang tentunya tidak kita inginkan.
1. Membuat Sebuah konten artikel
Di langkah pertama ini, anda harus bisa membuat konten / artikel yang menarik untuk menjaring banyak konsumen. Konter tersebut bisa berupa produk digital, video tutorial, ebook, forum komunitas, atau pun produk jasa lainnya. Disini anda harus memiliki kreativitas dalam menulis sebuah artikel atau ebook, membuat sebuah forum komunitas yang diminati oleh banyak konsumen, kemudian tingkatkan juga untuk mampu dalam memproduksi video tutorial. Dalam hal ini sangatlah penting untuk menciptakan sebuah konten yang benar-benar berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga konten yang telah anda buat tidaklah tenggelam dalam kancah persaingan di bisnis online yang semakin lama semakin kian maju dengan pesat.
2. Membuat dan Mempublikasikan di website
Kemuadian setelah konten anda telah siap, langkah berikutnya adalah mempublikasikan konten tersebut pada sebuah website. Saat ini website bisa diartikan sebuah toko atau lapak untuk memasarkan akan produk/jasa anda di bisnis online, sehingga semua konten tersebut bisa diinformasikan kepada para konsumen di media tersebut. Oleh karena itu buatlah desain akan website bisnis online anda semenarik mungkin, supaya para konsumen pengguna internet yang berkunjung di web anda bersedia untuk menggunakan konten dan juga membeli produk-produk yang anda tawarkan di bisnis anda.
3. Meningkatkan traffic kunjungan website
Kemudia langkah ketiga, saat inilah anda harus fokus untuk bagaimana cara mendatangkan kunjungan ke website anda. Langkah ini yang paling sering menjadi kendala bagi para pelaku bisnis online, karena persaingan sudah sangat sekali padat akan pemain bisnis online internet. Untuk itu di butuhkan sebuah strategi di bidang internet marketing dalam mendongkrak traffic pengunjung di situs anda. Dalam strategi internet marketing, anda bisa menggunakan dukungan SEO, program affiliate marketing, atau bisa juga menggunakan manfaat dari situs jejaring sosial seperti halnya facebook, tweeter, blog, ataupun youtube dalam mempromosikan website bisnis online anda.
Demikian tadi info yang bisa saya berikan. Bagi anda-anda semua para pembaca yang tertarik dalam menjalani bisnis internet online, semoga saja dapat terbantu setelah membaca info dan tips yang sudah saya bahas diatas tentang 3 cara dalam membangun bisnis online. semoga sukses selalu... salam.... ganbatte!!!....
KENAPA KA’ BANGGA JADI ORANG MAKAZZART
Karena di makassar itu bukan Cuma satu sukunya tapi ada empat : Makassar, Bugis, Mandar, dan Tanah Toraja...itupun dulu, sekarang deh banyakmi...dan semuanya hidup rukun.
Pantai losarinya tempat yang asyik buat melihat sunset, jalan, ngopi, nonkrong, bisa juga jadi objeck foto (bagi yang suka motret). Eh buat PDKT?? Apa lagi...
Walau terkenal kalo bicara Volumenya lebih keras dan lantang, tapi dalam berkomunikasi mengenal yang namanya sopan santun, karena bisa membedakan kapan berbicara dengan yang tua/yang dihormati dan yang muda atau siletting dengan adanya tambahan kata kita,ki’,ko...
Hanya orang makassar yang berani menambah atau mengurangi kata-kata dengan huruf “G” contohnya : kambin,selokang,dll Hidup Okkotts...dan itu bukan sebuah kekurangan.
Dan di Makassar bukan hanya masyarakatnya yang suka begadang, sampai ke menu makanannya pun ikut begadang, ada coto begadang, songkolo begadang.
Enakki cotona, pallubasana, ikan bakarna, songkolo’na, konrona...apa lagi, pisang ijo. Selera makannya orang makassar tidak pilih-pilih, paling jago kalo makan yang pedis-pedis
MENGENAL LEBIH DEKAT LOGAT MAKASSAR
Anggota Badan :
- Badan = Kale
- Mata = Mata
- Telinga = Toling
- Hidung = Ka’ murung
- Mulut = Bawa
- Dahi = Abang
- Kepala = Ulu
- Rambut = u’
- Tangan = Limang
- Kaki = Bangkeng
Kata tanya :
- Apa = Apa
- Bagaimana = Antekamma
- Siapa = Inai
- Kapan = Singapanna
- Di/kemana = Kemae
- Kenapa = angapai
Apa yang perlu diketahui kalau ke makassar ??
Cuaca dikota makassar atau yang dikenal kota anging mamiri, konon lebih panas dibanding kota-kota lain, maka siapkan fisikta cess...
Pete-pete adalah sebutan Angkutan kotanya, Sebutan untuk orang makassar “Daeng”. Makanan soto kalau di kota ini adalah “coto”, bedanya cukup jauh terutama rasanya lebih enak. Kalo pastel kalau di makassar namanya “jalangkote”.
Blumpi itu tukang becakna..!! yang di tiap lorong pasti adai tamplas.. Oio jnganki’ sampe lupa makangki’ coto kudana Jenta’ (Jenepponto)..!! pokokna banyak skali kelebihannya jadi orang makassar deh..!! Ewako Makassar..!! Banyak tong itu bela bicara kotorna.. Tapi jangan meko saya bilang deh.. Biarmi kita yang cari tau sendiri cess..
UNTUK INFORMASI SELANJUTNA CARI MEQ SAJA SIAPA KIRA2 YANG KETIK INI TULISAN..!? OK BOSS..!! SUDAHMI DULU NAH MANGNGANGMA’ A’ KETIK (Gue udah cape’ ngetikna)..
Loker di Jepang
Lowongan kerja!!!!
Bagi mereka yang berminat bekerja di Jepang sekitar 1-2 tahun dan
setelah itu kembali ke Indonesia untuk berperan aktif sebagai anggota
pendiri perusahaan baru Jepang di Indonesia.
Kami memiliki
banyak lowongan kerja dari perusahaan-perusahaan Jepang yang hendak
berekspansi ke Indonesia. Lowongan pekerjaan yang terutama adalah di
bidang industri manufaktur suku cadang otomotif.
Jika Anda tertarik silahkan lamar lowongan pekerjaan kami.
.
Persyaratan yang diperlukan:
Minimal lulusan Perguruan Tinggi S1 (Universitas di Indonesia maupun di Jepang)
S1 Jurusan Sosial (Jurusan Bahasa/Sastra Jepang, Bahasa/Sastra Inggris, Ekonomi) maupun Jurusan Teknik (Mesin, Listrik)
Berkemampuan berbahasa Jepang minimal N2 atau lebih (untuk Teknik minimal N3)
Boleh melamar juga jika tidak memiliki sertifikat kelulusan bahasa
Jepang (N3/N2) asalkan memiliki kemampuan percakapan/menulis yang
setaraf.
Usia: tidak lebih dari 35 tahun
Persyaratan Lain
Boleh melamar baik dari Indonesia maupun dari Jepang.
Gaji selama di Jepang (Sebelum dipotong pajak, asuransi dan sewa rumah) sekitar JPY 200,000.
Lamaran terbuka baik untuk Pria maupun Wanita.
Lamaran terbuka baik untuk Fresh Graduate maupun untuk yang sudah berpengalaman.
Bagi yang pernah datang ke Jepang sebagai trainee magang,karena alasan visa tidak bisa melamar pekerjaan ini.
Wawancara maupun Konsultasi dilaksanakan melalui Skype.
Biaya tiket pulang-pergi ke Jepang direncanakan akan ditanggung oleh
perusahaan. Tetapi untuk lowongan pekerjaan yang bekerja di Jepang dalam
jangka panjang (tanpa batas waktu), tiket pesawat ditanggung sendiri.
Kami mengenalkan lowongan pekerjaan ini secara gratis. Pelamar harap menanggung biaya sendiri untuk biaya passport dan visa.
Pekerjaan setelah pulang ke Indonesia
Teknik (Teknologi Manufaktur, Quality Control (QC), Desain, Manajemen Pabrik,Service Engineer dll)
Non-Teknik (Administrasi Umum, Production Control, Penterjema Teknik, Sales Engineer dll)
Cara Melamar
Kirimkan CV anda dalam bahasa Jepang (dengan foto) ke seahscorp@gmail.com
(PIC: Mr.Urabe)
Tuliskan nomor telepon dan Skype ID yang bisa dihubungi di dalam email Anda
Email harus dikirim dengan bahasa Jepang
Untuk Referensi, silahkan download format CV berbahasa Jepang di bawah ini:
http://www.rirekisyodo.com/download/rirekisyo_stu.doc
Untuk cara penulisan CV dalam bahasa Jepang, silahkan rujuk link di bawah ini:
http://www.rirekisyodo.com/download/rirekisyo_soc_ex.pdf
Untuk pertanyaan: harap kirim email dengan bahasa Jepang ke seahscorp@gmail.com (PIC: Mr. Urabe)
BAJU TRADISIONAL JEPANG
BAJU TRADISIONAL JEPANG
1. Kimono
Kimono (着 物 ) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalahbaju atau sesuatu yang
dikenakan (ki berartipaka i, danmono berartibarang).
Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T”, miripmantel
berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke
pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan,
sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagiankanan
harus berada di bawah kerah bagiankiri. Sabuk kain yang disebutob i
dililitkan di bagianperut/pinggang, dan diikat di bagianpunggung. Alas
kaki sewaktu mengenakan kimono adalahzōri ataugeta.Kimono sekarang ini
lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang
belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode.[1] Ciri
khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai.
Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakanfurisod e untuk
menghadiri seijin shiki.Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono.[2] Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi- Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).
Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (hanayome ishō) terdiri darifurisod e danuch ikake (mantel yang dikenakan di atasfurisode).Furisode untuk pengantin wanita berbeda darifurisode untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untukfurisod e pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambar burung jenjang. Warnafurisod e pengantin juga lebih cerah dibandingkanfurisode biasa.Shiro muku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupafurisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih.
Sebagai pembeda dari pakaian Barat (yōfuku) yang dikenal sejak
zaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang
sebagaiwafuku (和 服 , pakaian Jepang). Sebelum dikenalnya pakaian Barat,
semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut kimono. Sebutan lain
untuk kimono adalahgofuku (呉 服 ). Istilahgofuku mulanya dipakai untuk
menyebut pakaian orang negara Dong Wu (bahasa Jepang : negara Go) yang
tiba di Jepang dari daratan Cina.
2. Kimono wanita
Kurotomesode
Irotomesode
Furisode
Homongi
Iromuji
Iromuji adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon). Sesuai dengan tingkat formalitas kimono, lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada). Iromoji dibuat dari bahan tidak bermotif dan bahan-bahan berwarna lembut, merah jambu, biru muda, atau kuning muda atau warna-warna lembut. Iromuji dengan lambang keluarga di 5 tempat dapat dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan. Bila menghadiri upacara minum teh, cukup dipakai iromuji dengan satu lambang keluarga.
Tsukesage
Komon
Tsumugi
Yukata
Yukata (浴衣, baju sesudah mandi) adalah jeniskimono yang dibuat
dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Dibuat dari kain yang mudah
dilewati angin, yukata dipakai agar badan menjadi sejuk di sore hari
atau sesudahmandi malam berendam dengan air panas.
Menurut urutan tingkat formalitas, yukata adalah kimono nonformal
yang dipakaipria dan wanita pada kesempatan santai di musim panas,
misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau
menari pada perayaanobon. Yukata dapat dipakai siapa saja tanpa
mengenal status, wanita sudah menikah atau belum menikah.
Gerakan dasar yang harus dikuasai dalam nihon buyo selalu berkaitan
dengan kimono. Ketika berlatih tari, penari mengenakan yukata sebagai
pengganti kimono agar kimono berharga mahal tidak rusak karena keringat.
Aktorkabuk i mengenakan yukata ketika berdandan atau memerankan tokoh
yang memakai yukata. Pegulatsumo memakai yukata sebelum dan sesudah
bertanding.Musim panas berarti musim pesta kembang api dan matsuri di Jepang. Jika terlihat orang memakai yukata, berarti tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api.
Cara memakai
Hotel atauryokan di Jepang menyediakan yukata untuk dipakai tamu
sebagai pakaian tidur. Sebagai pakaian tidur, yukata bisa dikenakan
begitu saja tanpa mengenakan pakaian dalam. Ketika dipakai pria untuk
keluar rumah, yukata biasanya dikenakan tanpa kaus dalam, dan cukup
memakai celana dalam atau celana pendek. Berbeda dengan kimono yang
dikenakan dengan dua lapis pakaian dalam (hadajuban danju ban), sewaktu
mengenakan yukata, wanita hanya perluhada juban (pakaian dalam lapis
pertama). Alas kaki sewaktu memakai yukata adalah geta.Yukata dikencangkan ke tubuh pemakai dengan obi yang lebarnya setengah dari lebar obi untuk kimono jenis lain. Di antara berbagai jenis simpul obi untuk yukata, bentuk simpul yang paling populer adalah simpulbunko yang berbentuk kupu-kupu. Bila tidak bisa membuat simpul, toko kimono menjual simpul obi yang sudah jadi dan tinggal disisipkan pada obi.
Wanita mengenakan yukata yang pas dengan ukuran tubuh pemakai agar terlihat bagus sewaktu dipakai. Seperti halnya kimono, panjang yukata selalu melebihi tinggi badan pemakai. Perlengkapan memakai yukata wanita:
• rok panjang (susoyoke) sebagai pakaian dalam, berwarna putih polos.
• pakaian dalam (hadajuban)
• tali pinggang (koshihimo) untuk mengencangkan kain berlebih di
bagian pinggang yang berasal dari kelebihan panjang kain pada bagian
bawah
• kain sabuk pengikat (datejime) untuk mengencangkan kain yang longgar di bagian perut
• Obi untuk mengencangkan yukata ke badan
3. Kimono pria
Kimono pria dibuat dari bahan berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua, dan hitam.
• Kimono paling formal berupa setelan montsuki hitam dengan hakama dan haori.
Bagian punggungmontsuki dihiasi lambang keluarga pemakai. Setelan
montsuki yang dikenakan bersama hakama dan haori merupakan busana
pengantin pria tradisional. Setelan ini hanya dikenakan sewaktu
menghadiri upacara sangat resmi, misalnya resepsi pemberian penghargaan
dari kaisar/pemerintah atau seijin shiki.
• Kimono santai ki nagashi
Posted by BISNIS ONLINE
SAMURAI
SAMURAI
Istilah
samurai (侍 ), pada awalnya mengacu kepada “seseorang yang mengabdi
kepada bangsawan”. Pada zaman Nara, (710 – 784), istilah ini diucapkan
saburau dan kemudian menjadi saburai. Selain itu terdapat pula istilah
lain yang mengacu kepada samurai yakni bushi.
Toyotomi Hideyoshi, yang merupakan pengikut setia Oda, melanjutkan penyatuan Jepang, dan tugasnya ini dituntaskan pada tahun 1590 dengan menaklukkan keluarga Hojo di Odawara dan keluarga Shimaru di Kyushu tiga tahun sebelumnya. Terdapat dua peraturan penting yang dikeluarkan Toyotomi : taiko kenchi (peraturan kepemilikan tanah) dan katana garirei (peraturan perlucutan pedang) bagi para petani. Kedua peraturan ini secara strategis bermaksud “mengontrol” kekayaan para tuan tanah dan mengontrol para petani agar tidak melakukan perlawanan atau pemberontakan bersenjata. Keberhasilan Toyotomi menaklukkan seluruh tuan tanah mendatangkan masalah tersendiri. Semangat menang perang dengan energi pasukan yang tidak tersalurkan mendatangkan ancaman internal yang menjurus kepada disintegrasi bagi keluarga militer yang tidak puas atas kemenangan Toyotomi. Dalam hal inilah Toyotomi menyalurkan kekuatan dahsyat tersebut untuk menyerang Korea pada tahun 1592 dan 1597. Sayang serangan ini gagal dan Toyotomi wafat pada tahun 1598, menandakan awal kehancuran bakufu Muromachi.
Baris-baris kalimat di atas kemudian menjadi ayat-ayat yang paling popular dalam kebanyakan buku dan majalah mengenai samurai atau budaya bela diri masyarakat Jepang. Petikan di bawah merupakan antara isi kandungan buku Hagakure: “Kita semua mau hidup. Dalam kebanyakan perkara kita melakukan sesuatu berdasarkan apa yang kita suka. Tetapi sekiranya tidak mencapai tujuan kita dan terus untuk hidup adalah sesuatu tindakan yang pengecut. Tiada keperluan untuk malu dalam soal ini. Ini adalah Jalan Samurai (Bushido). Jika sudah ditetapkan jantung seseorang untuk setiap pagi dan malam, seseorang itu akan dapat hidup walaupun jasadnya sudah mati, dia telah mendapat kebebasan dalam Jalan tersebut. Keseluruhan hidupnya tidak akan dipersalahkan dan dia akan mencapai apa yang dihajatinya.”
Buku Hagakure telah mempengaruhi kehidupan para samurai. Kematian Nobufusa dan Taira Tomomori juga dipengaruhi oleh buku ini. Taira Tomomori boleh dianggap sebagai Jeneral Taira yang paling agung, telah membunuh diri kerana nasihatnya telah diabaikan pada saat-saat akhir ketika Perang Gempei. Pada pengakhiran konfrontasi ketika Perang Gempei, Tomomori telah mendesak rajanya, Munemori, supaya menyingkirkan seorang jeneral yang diragui kesetiaannya. Munemori telah menolak usulnya, dan ketika berlangsungnya Pertempuran Dan no Ura (1185), jeneral tersebut telah mengkhianati perjuangan Taira. Lantaran kecewa karena nasehat pentingnya diabaikan, Tomomori membuat keputusan untuk menamatkan riwayatnya sendiri. Seterusnya kita akan bincangkan mengenai Dua Kematian Cara Samurai iaitu Mati Di Medan Pertempuran dan Seppuku.
“Seseorang yang tidak mau mati karena tertusuk panah musuh tidak akan mendapat perlindungan daripada Tuhan. Bagi kamu yang tidak mau mati karena dipanah oleh tentara biasa, karena mau mati di tangan pahlawan yang handal atau terkenal, akan mendapat perlindungan Tuhan.”
Tidak ada samurai yang pernah terhindar daripada bayangan maut semasa di medan perang. Kebanyakan nama besar dalam dunia samurai tumbang di medan perang. Ayah Uesugi Kenshin terbunuh di dalam pertempuran, sebagaimana Imagawa Yoshimoto, Ryuzoji Takanobu, Saito Dosan, Uesugi Tomosada… sementara yang lain telah mengambil keputusan untuk membunuh diri selepas perjuangan mereka telah dipatahkan, dari zaman Minamoto Yorimasa (kurun ke-12) sampai pada zaman Sue Harukata (kurun ke-16). Kebiasaanya, seseorang samurai akan membuat puisi kematian ketika menjelang maut.
Istilah bushi (武 士 ) yang berarti “orang yang dipersenjatai/kaum
militer”, pertama kali muncul di dalam Shoku Nihongi (続 日 本 紀 ), pada
bagian catatan itu tertulis “secara umum, rakyat dan pejuang (bushi)
adalah harta negara”. Kemudian berikutnya istilah samurai dan bushi
menjadi sinonim pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura).
Pada zaman Azuchi-Momoyama (1573 – 1600) dan awal zaman Edo (1603),
istilah saburai berubah menjadi samurai yang kemudian berubah
pengertian menjadi “orang yang mengabdi”.
Namun selain itu dalam sejarah militer Jepang, terdapat kelompok
samurai yang tidak terikat/mengabdi kepada seorang pemimpin/atasan yang
dikenal dengan rōnin (浪 人 ). Rōnin ini sudah ada sejak zaman Muromachi
(1392). istilah rōnin digunakan bagi samurai tak bertuan pada zaman
Edo (1603 – 1867). Dikarenakan adanya pertempuran yang berkepanjangan
sehingga banyak samurai yang kehilangan tuannya. kehidupan seorang
rōnin bagaikan ombak dilaut tanpa arah tujuan yang jelas. Ada beberapa
alasan seorang samurai menjadi rōnin. Seorang samurai dapat
mengundurkan diri dari tugasnya untuk menjalani hidup sebagai rōnin.
Adapula rōnin yang berasal dari garis keturunan, anak seorang rōnin
secara otomatis akan menjadi rōnin. Eksistensi rōnin makin bertambah
jumlahnya diawali berakhirnya perang Sekigahara (1600), yang
mengakibatkan jatuhnya kaum samurai/daimyo yang mengakibatkan para
samurai kehilangan majikannya.
Dalam catatan sejarah militer di Jepang, terdapat data-data yang
menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 – 784), pasukan militer Jepang
mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer dan
dibawah komando langsung Kaisar. Dalam peraturan yang diberlakukan
tersebut setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun
bangsawan, kecuali budak, diwajibkan untuk mengikuti dinas militer.
Secara materi peraturan ini amat berat, karena para wakil tersebut atau
kaum milter harus membekali diri secara materi sehingga banyak yang
menyerah dan tidak mematuhi peraturan tersebut. Selain itu pula pada
waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup berat
sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini. Pasukan yang
kemudian terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori
(防 人 ) yang secara harfiah berarti “pembela”, namun pasukan ini tidak
ada hubungannya dengan samurai yang ada pada zaman berikutnya.
Setelah tahun 794, ketika ibu kota dipindahkan dari Nara ke Heian
(Kyoto), kaum bangsawan menikmati masa kemakmurannya selama 150 tahun
dibawah pemerintahan kaisar. Tetapi, pemerintahan daerah yang dibentuk
oleh pemerintah pusat justru menekan para penduduk yang mayoritas
adalah petani. Pajak yang sangat berat menimbulkan pemberontakan di
daerah-daerah, dan mengharuskan petani kecil untuk bergabung dengan
tuan tanah yang memiliki pengaruh agar mendapatkan pemasukan yang lebih
besar. Dikarenakan keadaan negara yang tidak aman, penjarahan terhadap
tuan tanah pun terjadi baik di daerah dan di ibu kota yang memaksa para
pemilik shoen (tanah milik pribadi) mempersenjatai keluarga dan para
petaninya. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang
dikenal dengan samurai.
Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur, tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan. Pemerintah pusat, dalam hal ini keluarga Fujiwara, tidak mampu mengatasi polarisasi ini, yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan. Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara, mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. Kaisar Shirakawa,menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Secara lihai, ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik.
Tentara pengawal o-tera, souhei (僧 兵 ) pun ia bentuk, termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai “negara” di dalam negara. Akibatnya, kelompok kaisar yang anti pemerintahan o-tera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan Minamoto yang sedang bertikai.
Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta, antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap o-tera. Perang antara Minamoto, yang memihak o-tera melawan Taira, yang memihak istana, muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159). Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. Untuk pertama kalinya, kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana. Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge (公 家 – bangsawan kerajaan), sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan.
Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa, yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura (Kamakura Bakufu; 1192 – 1333). Ketika Minamoto Yoritomo wafat pada tahun 1199, kekuasaan diambil alih oleh keluarga Hojo yang merupakan pengikut Taira. Pada masa kepemimpinan keluarga Hojo (1199 -1336), ajaran Zen masuk dan berkembang di kalangan samurai. Para samurai mengekspresikan Zen sebagai falsafah dan tuntunan hidup mereka.
Pada tahun 1274, bangsa Mongol datang menyerang Jepang. Para samurai yang tidak terbiasa berperang secara berkelompok dengan susah payah dapat mengantisipasi serangan bangsa Mongol tersebut. Untuk mengantisipasi serangan bangsa Mongol yang kedua (tahun 1281), para samurai mendirikan tembok pertahanan di teluk Hakata (pantai pendaratan bangsa mongol) dan mengadopsi taktik serangan malam. Secara menyeluruh, taktik berperang para samurai tidak mampu memberikan kehancuran yang berarti bagi tentara Mongol, yang menggunakan taktik pengepungan besar-besaran, gerak cepat, dan penggunaan senjata baru (dengan menggunakan mesiu). Pada akhirnya, angin topanlah yang menghancurkan armada Mongol, dan mencegah bangsa Mongol untuk menduduki Jepang. Orang Jepang menyebut angin ini kamikaze (dewa angin).
Dua hal yang diperoleh dari penyerbuan bangsa Mongol adalah pentingnya mobilisasi pasukan infantri secara besar-besaran, dan kelemahan dari kavaleri busur panah dalam menghadapi penyerang. Sebagai akibatnya, lambat laun samurai menggantikan busur-panah dengan “pedang” sebagai senjata utama samurai. Pada awal abad ke-14, pedang dan tombak menjadi senjata utama di kalangan panglima perang. Pada zaman Muromachi (1392 – 1573), diwarnai dengan terpecahnya istana Kyoto menjadi dua, yakni Istana Utara di Kyoto dan Istana Selatan di Nara. Selama 60 tahun terjadi perselisihan sengit antara Istana Utara melawan Istana Selatan (nambokuchō tairitsu).
Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur, tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan. Pemerintah pusat, dalam hal ini keluarga Fujiwara, tidak mampu mengatasi polarisasi ini, yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan. Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara, mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. Kaisar Shirakawa,menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Secara lihai, ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik.
Tentara pengawal o-tera, souhei (僧 兵 ) pun ia bentuk, termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai “negara” di dalam negara. Akibatnya, kelompok kaisar yang anti pemerintahan o-tera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan Minamoto yang sedang bertikai.
Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta, antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap o-tera. Perang antara Minamoto, yang memihak o-tera melawan Taira, yang memihak istana, muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159). Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. Untuk pertama kalinya, kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana. Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge (公 家 – bangsawan kerajaan), sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan.
Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa, yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura (Kamakura Bakufu; 1192 – 1333). Ketika Minamoto Yoritomo wafat pada tahun 1199, kekuasaan diambil alih oleh keluarga Hojo yang merupakan pengikut Taira. Pada masa kepemimpinan keluarga Hojo (1199 -1336), ajaran Zen masuk dan berkembang di kalangan samurai. Para samurai mengekspresikan Zen sebagai falsafah dan tuntunan hidup mereka.
Pada tahun 1274, bangsa Mongol datang menyerang Jepang. Para samurai yang tidak terbiasa berperang secara berkelompok dengan susah payah dapat mengantisipasi serangan bangsa Mongol tersebut. Untuk mengantisipasi serangan bangsa Mongol yang kedua (tahun 1281), para samurai mendirikan tembok pertahanan di teluk Hakata (pantai pendaratan bangsa mongol) dan mengadopsi taktik serangan malam. Secara menyeluruh, taktik berperang para samurai tidak mampu memberikan kehancuran yang berarti bagi tentara Mongol, yang menggunakan taktik pengepungan besar-besaran, gerak cepat, dan penggunaan senjata baru (dengan menggunakan mesiu). Pada akhirnya, angin topanlah yang menghancurkan armada Mongol, dan mencegah bangsa Mongol untuk menduduki Jepang. Orang Jepang menyebut angin ini kamikaze (dewa angin).
Dua hal yang diperoleh dari penyerbuan bangsa Mongol adalah pentingnya mobilisasi pasukan infantri secara besar-besaran, dan kelemahan dari kavaleri busur panah dalam menghadapi penyerang. Sebagai akibatnya, lambat laun samurai menggantikan busur-panah dengan “pedang” sebagai senjata utama samurai. Pada awal abad ke-14, pedang dan tombak menjadi senjata utama di kalangan panglima perang. Pada zaman Muromachi (1392 – 1573), diwarnai dengan terpecahnya istana Kyoto menjadi dua, yakni Istana Utara di Kyoto dan Istana Selatan di Nara. Selama 60 tahun terjadi perselisihan sengit antara Istana Utara melawan Istana Selatan (nambokuchō tairitsu).
Pertentangan ini memberikan dampak terhadap semakin kuatnya posisi
kaum petani dan tuan tanah daerah (shugo daimyō) dan semakin lemahnya
shogun Ashikaga di pemerintahan pusat. Pada masa ini, Ashikaga tidak
dapat mengontrol para daimyō daerah. Mereka saling memperkuat posisi
dan kekuasaannya di wilayah masing-masing. Setiap Han13 seolah terikat
dalam sebuah negara-negara kecil yang saling mengancam. Kondisi ini
melahirkan krisis panjang dalam bentuk perang antar tuan tanah daerah
atau sengoku jidai (1568 – 1600). Tetapi krisis panjang ini sesungguhnya
merupakan penyaringan atau kristalisasi tokoh pemersatu nasional,
yakni tokoh yang mampu menundukkan tuan-tuan tanah daerah, sekaligus
menyatukan Jepang sebagai “negara nasional” di bawah satu pemerintahan
pusat yang kuat. Tokoh tersebut adalah Jenderal Oda Nobunaga dan
Toyotomi Hideyoshi.
Oda Nobunaga, seorang keturunan daimyo dari wilayah Owari dan
seorang ahli strategi militer, mulai menghancurkan musuh-musuhnya
dengan cara menguasai wilayah Kinai, yaitu Osaka sebagai pusat
perniagaan, Kobe sebagai pintu gerbang perdagangan dengan negara luar,
Nara yang merupakan “lumbung padi”, dan Kyoto yang merupakan pusat
pemerintahan Bakufu Muromachi dan istana kaisar. Strategi terpenting
yang dijalankannya adalah Oda Nobunaga dengan melibatkan agama untuk
mencapai ambisinya. Pedagang portugis yang membawa agama Kristen,
diberi keleluasaan untuk menyebarkan agama itu di seluruh Jepang.
Tujuan strategis Oda dalam hal ini adalah agar ia secara leluasa dapat
memperoleh senjata api yang diperjualbelikan dalam kapal-kapal dagang
Portugis, sekaligus memonopoli perdagangan dengan pihak asing. Dengan
memiliki senjata api (yang paling canggih pada masa itu), Oda akan
dapat menundukkan musuh-musuhnya lebih cepat dan mempertahankan wilayah
yang telah dikuasainya serta membentuk pemerintahan pusat yang kokoh.
Oda Nobubunaga membangun benteng Azuchi Momoyama pada tahun 1573
setelah berhasil menjatuhkan Bakufu Muromachi. Strategi Oda dengan
melindungi agama Kristen mendatangkan sakit hati bagi pemeluk agama
Budha. Pada akhirnya, ia dibunuh oleh pengikutnya sendiri, Akechi
Mitsuhide, seorang penganut agama Budha yang fanatik, pada tahun 1582
di Honnoji, sebelum ia berhasil menyatukan seluruh Jepang.Toyotomi Hideyoshi, yang merupakan pengikut setia Oda, melanjutkan penyatuan Jepang, dan tugasnya ini dituntaskan pada tahun 1590 dengan menaklukkan keluarga Hojo di Odawara dan keluarga Shimaru di Kyushu tiga tahun sebelumnya. Terdapat dua peraturan penting yang dikeluarkan Toyotomi : taiko kenchi (peraturan kepemilikan tanah) dan katana garirei (peraturan perlucutan pedang) bagi para petani. Kedua peraturan ini secara strategis bermaksud “mengontrol” kekayaan para tuan tanah dan mengontrol para petani agar tidak melakukan perlawanan atau pemberontakan bersenjata. Keberhasilan Toyotomi menaklukkan seluruh tuan tanah mendatangkan masalah tersendiri. Semangat menang perang dengan energi pasukan yang tidak tersalurkan mendatangkan ancaman internal yang menjurus kepada disintegrasi bagi keluarga militer yang tidak puas atas kemenangan Toyotomi. Dalam hal inilah Toyotomi menyalurkan kekuatan dahsyat tersebut untuk menyerang Korea pada tahun 1592 dan 1597. Sayang serangan ini gagal dan Toyotomi wafat pada tahun 1598, menandakan awal kehancuran bakufu Muromachi.
Kecenderungan terdapat perilaku bawahan terhadap atasan yang
dikenal dengan istilah gekokujō ini telah muncul tatkala Toyotomi
menyerang Korea. Ketika itu, Tokugawa Ieyasu mulai memperkuat posisinya
di Jepang bagian timur, khususnya di Edo (Tokyo). Kemelut ini menyulut
perang besar antara kelompok-kelompok daimyo yang memihak Toyotomi
melawan daimyo yang memihak Tokugawa di medan perang Sekigahara pada
tahun 1600. Kemenangan berada di pihak Tokugawa di susul dengan
didirikannya bakufu Edo pada tahun 1603.
KEMATIAN SAMURAI
Kematian dianggap sebagai jalan yang mulia bagi seorang samurai
daripada tindakan pahlawan-pahlawan lain. Cara kematian dianggap suatu
hal yang sangat penting bagi seorang samurai. Ajaran yang menerangkan
mengenai “mati yang terbaik” telah ditulis di dalam sebuah buku,
Hagakure pada kurun ke-18. Ditulis lama selepas tentera samurai
berangkat ke medan peperangan, Hagakure – buku tersebut dikatakan telah
membawa semangat dan panji samurai ke arah kemelaratan dan kesesatan.
Tidak dapat dinafikan, wujudnya satu idealisme yang baik di dalam buku
tersebut tetapi telah telah disalahtafsirkan oleh para samurai kerana
kekaburan maksud kalimatnya. Malah, contoh utama yang boleh dipaparkan
di sini terletak di Bab Pendahuluan buku Hagakure itu sendiri: “Jalan
Samurai ditemui dalam kematian. Apabila tiba kepada kematian, yang ada
di sini hanya pilihan yang pantas untuk kematian.”Baris-baris kalimat di atas kemudian menjadi ayat-ayat yang paling popular dalam kebanyakan buku dan majalah mengenai samurai atau budaya bela diri masyarakat Jepang. Petikan di bawah merupakan antara isi kandungan buku Hagakure: “Kita semua mau hidup. Dalam kebanyakan perkara kita melakukan sesuatu berdasarkan apa yang kita suka. Tetapi sekiranya tidak mencapai tujuan kita dan terus untuk hidup adalah sesuatu tindakan yang pengecut. Tiada keperluan untuk malu dalam soal ini. Ini adalah Jalan Samurai (Bushido). Jika sudah ditetapkan jantung seseorang untuk setiap pagi dan malam, seseorang itu akan dapat hidup walaupun jasadnya sudah mati, dia telah mendapat kebebasan dalam Jalan tersebut. Keseluruhan hidupnya tidak akan dipersalahkan dan dia akan mencapai apa yang dihajatinya.”
Buku Hagakure telah mempengaruhi kehidupan para samurai. Kematian Nobufusa dan Taira Tomomori juga dipengaruhi oleh buku ini. Taira Tomomori boleh dianggap sebagai Jeneral Taira yang paling agung, telah membunuh diri kerana nasihatnya telah diabaikan pada saat-saat akhir ketika Perang Gempei. Pada pengakhiran konfrontasi ketika Perang Gempei, Tomomori telah mendesak rajanya, Munemori, supaya menyingkirkan seorang jeneral yang diragui kesetiaannya. Munemori telah menolak usulnya, dan ketika berlangsungnya Pertempuran Dan no Ura (1185), jeneral tersebut telah mengkhianati perjuangan Taira. Lantaran kecewa karena nasehat pentingnya diabaikan, Tomomori membuat keputusan untuk menamatkan riwayatnya sendiri. Seterusnya kita akan bincangkan mengenai Dua Kematian Cara Samurai iaitu Mati Di Medan Pertempuran dan Seppuku.
CARA KEMATIAN
1. Mati di medan pertempuran
Sebagaimana pejuang-pejuang Islam yang menganggap mati syahid dalam
peperangan untuk membela Islam sebagai satu kemuliaan, begitu juga
dengan para samurai. Mati dibunuh di medan perang adalah lebih baik
daripada hidup tetapi ditangkap oleh musuh. Salah seorang samurai yang
terkenal, Uesugi Kenshin sempat meninggalkan pesanan kepada para
pengikutnya sebelum mati:“Seseorang yang tidak mau mati karena tertusuk panah musuh tidak akan mendapat perlindungan daripada Tuhan. Bagi kamu yang tidak mau mati karena dipanah oleh tentara biasa, karena mau mati di tangan pahlawan yang handal atau terkenal, akan mendapat perlindungan Tuhan.”
Tidak ada samurai yang pernah terhindar daripada bayangan maut semasa di medan perang. Kebanyakan nama besar dalam dunia samurai tumbang di medan perang. Ayah Uesugi Kenshin terbunuh di dalam pertempuran, sebagaimana Imagawa Yoshimoto, Ryuzoji Takanobu, Saito Dosan, Uesugi Tomosada… sementara yang lain telah mengambil keputusan untuk membunuh diri selepas perjuangan mereka telah dipatahkan, dari zaman Minamoto Yorimasa (kurun ke-12) sampai pada zaman Sue Harukata (kurun ke-16). Kebiasaanya, seseorang samurai akan membuat puisi kematian ketika menjelang maut.
2. Seppuku
Tindakan di mana seseorang menyobek perutnya, sebagai suatu cara
membunuh diri. Merupakan unsur yang paling popular dalam mitos samurai.
Bagi seorang samurai, membunuh diri adalah lebih baik daripada
membiarkan ditangkap, karena sekiranya samurai itu masih hidup dan
ditangkap, ia dianggap membawa malu kepada nama keluarga dan raja. Di
Barat, cara membunuh diri ini dipanggil Hara-kiri (artinya tindakan
Membunuh Diri dengan membelah perut – tetapi istilah ini tidak digunakan
oleh para samurai), tidak diketahui kapan istilah itu digunakan. Walau
bagaimana pun, seperti yang tercatat dalam sejarah, Seppuku ini mula
dilakukan oleh Minamoto Tametomo dan Minamoto Yorisama pada akhir kurun
ke-12. Dari sinilah asalnya seorang samurai memilih cara ini karena
lebih mudah melakukan dibandingkan membunuh diri dengan cara memenggal
kepala sendiri. Ada juga yang mengatakan bahawa dengan melakukan
seppuku, iaitu dengan membelah perut adalah merupakan cara yang paling
jujur untuk mati. Ini karena, dia sebelum mati akan merasai kesakitan
yang amat sangat dan ini mungkin tidak berani dihadapi oleh kebanyakan
orang. Oleh karena itu, mati dengan cara seppuku dianggap sebagai suatu
keberanian dan kehormatan.
Pada zaman Edo, seppuku telah menjadi sebagai salah satu upacara
terhormat dalam kebudayaan Jepang. Mula-mula, karpet tatami putih akan
dikeluarkan, kemudian satu bantal yang besar akan diletakkan di atasnya .
Para saksi pembunuhan akan berdiri di sebelah samurai tersebut (pelaku
seppuku), bergantung kepada pentingnya kematian (sebagai satu nilai
penghormatan kepada pelaku seppuku). Samurai yang menjalani seppuku,
memakai baju kimono putih, akan duduk berlutut (seiza) di atas bantal
tersebut. Di sebelah kiri, pada jarak kira-kira satu meter dari samurai
tersebut, seorang kaishakunin, atau `kedua’ akan turut berlutut.
Kaishakunin atau `Kedua’ adalah sahabat akrab kepada samurai yang telah
meninggal kerana melakukan seppuku. Karena perbuatan ini dianggap
tidak senonoh dan amat memalukan (tabu), maka hanya orang-orang yang
layak dan terpilih (berkesanggupan untuk melakukan tugas membantu) saja
yang akan menjadi kaishakunin.
Di depan samurai (pelaku seppuku) ini akan ada sebilah pisau bersarung yang terletak di dalam talam. Apabila samurai tersebut merasakan dia telah siap, samurai tersebut akan menanggalkan kimononya dan membebaskan bagian perutnya. Kemudian dia akan mengangkat pisau dengan sebelah tangan, manakala sebelah tangan lagi menanggalkan sarung pisau tersebut dan meletakkannya ke tepi. Apabila dia telah bersedia, dia akan mengarahkan mata pisau tersebut pada sebelah kiri perut, dan menggoreskannya ke kanan. Selepas itu, pisau tersebut akan diputar dalam keadaan masih terbenam di dalam perut dan ditarik ke atas. Kebanyakan samurai tidak sanggup lagi untuk melakukan tindakan ini, maka ketika inilah kaishakunin (artinya kedua) akan memenggal kepala samurai tersebut setelah melihat sejauh mana kesakitan yang terpapar pada wajahnya.
Tindakan yang dilakukan sampai selesai dikenali sebagai jumonji (crosswise), sayatan bintang, dan seandainya samurai (pelaku seppuku) dapat melakukannya, maka seppuku yang dilakukannya dianggap amat bernilai dan disanjung tinggi. Seppuku juga mempunyai nama-nama tertentu, bergantung kepada fungsi atau sebab melakukannya:
Di depan samurai (pelaku seppuku) ini akan ada sebilah pisau bersarung yang terletak di dalam talam. Apabila samurai tersebut merasakan dia telah siap, samurai tersebut akan menanggalkan kimononya dan membebaskan bagian perutnya. Kemudian dia akan mengangkat pisau dengan sebelah tangan, manakala sebelah tangan lagi menanggalkan sarung pisau tersebut dan meletakkannya ke tepi. Apabila dia telah bersedia, dia akan mengarahkan mata pisau tersebut pada sebelah kiri perut, dan menggoreskannya ke kanan. Selepas itu, pisau tersebut akan diputar dalam keadaan masih terbenam di dalam perut dan ditarik ke atas. Kebanyakan samurai tidak sanggup lagi untuk melakukan tindakan ini, maka ketika inilah kaishakunin (artinya kedua) akan memenggal kepala samurai tersebut setelah melihat sejauh mana kesakitan yang terpapar pada wajahnya.
Tindakan yang dilakukan sampai selesai dikenali sebagai jumonji (crosswise), sayatan bintang, dan seandainya samurai (pelaku seppuku) dapat melakukannya, maka seppuku yang dilakukannya dianggap amat bernilai dan disanjung tinggi. Seppuku juga mempunyai nama-nama tertentu, bergantung kepada fungsi atau sebab melakukannya:
Junshi: Dilakukan sebagai tanda kesetiaan kepada raja, apabila raja tersebut meninggal.
Pada zaman Edo, junshi telah diharamkan karena dianggap sia-sia
dan merugikan karena negara akan banyak kehilangan perwira yang setia.
Semasa kematian Maharaja Meiji pada 1912, Jeneral Nogi Maresue telah
melakukan junshi.
Kanshi: Membunuh diri semasa demonstrasi.
Tidak begitu popular, melibatkan seseorang yang melakukan seppuku
sebagai tanda peringatan kepada seseorang raja apabila segala bentuk
musyawarah (persuasion) gagal. Hirate Nakatsukasa Kiyohide (1493-1553)
telah melakukan kanshi untuk mengubah prinsip dan pemikiran Oda
Nobunaga.
Sokotsu-shi: Seseorang samurai akan melakukan seppuku sebagai tanda menebus kesalahannya.
Ini merupakan sebab yang paling popular dalam melakukan seppuku.
Antara samurai yang melakukan sokotsu-shi ini termasuklah Jeneral
Takeda, Yamamoto Kansuke Haruyuki (1501-1561), karena telah membuat satu
rencana yang akhirnya meletakkan posisi rajanya di dalam bahaya.
sPosted by BISNIS ONLINE
PERAYAAN HANAMI
PERAYAAN HANAMI
Hanami (hana wo miru = melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi
Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura.
Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim
semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar
untuk pesta makan- makan di bawah pohon sakura.
Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk
di bawah pepohonan sakura untuk bergembira bersama, minum sake, makan
makanan khas Jepang, dan lain-lain layaknya pesta kebun. Semuanya
bergembira. Ada kelompok keluarga, ada kelompok perusahaan, organisasi,
sekolah dan lain-lain.Menurut kisah sejarah, kebiasaan hanami dipengaruhi oleh raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum di sekitar istana mereka. Di Jepang para bangsawanpun kemudian mulai menikmati bunga Ume (plum). Namun pada abad ke-8 atau awalperiode Heian, obyek bunga yang dinikmati bergeser ke bunga sakura. Dikisahkan pula bahwa Raja Saga di era Jepang dahulu gemar menyelenggarakan pesta hanami di taman Shinsenendi Kyoto. Para bangsawanpun menikmati hanami di berbagai istana mereka, dan para petani masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi untuk menikmati bunga sakura yang tumbuh disana sambil `tidak lupa membawa bekal untuk makan siang. Hingga kini hanami menjadi kebiasaan yang mengakar di seluruh masyarakat Jepang dan telah di terima sebagai salah satu kekhasan bangsanya. Khusus di daerah Kansai dan Jepang Barat, tempat-tempat unggulan untuk ber-hanami adalah Arashiyama di Kyoto, Yoshino di Nara, taman disekitar OsakaCastle dan Taman Shukugawa di Nishinomiya, Prefektur Hyogo.
Waktu bunga sakura bermekaran di pohonnya berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lainnya, dimulai dari daerah paling selatan. Tapi rata-rata mekar dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). Dengan demikian pesta memandang dan menikmati sakura juga berlainan waktunya dari satu daerah ke daerah lainnya. Prakiraan pergerakan mekarnya bunga sakura disebut garis depan bunga sakura (sakurazensen). Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca. Saat melakukan hanami di suatu tempat adalah ketika semua pohon sakura yang ada di tempat tersebut bunganya sudah mekar semua.
Namun akhir-akhir ini tradisi hanami membawa dampak negatif. Banyak orang Jepang yang mabuk dan angka kecelakaan pun meningkat. Taman pun menjadi gunung sampah. Di saat hanami kelihatannya kesadaran tertib buang sampah menjadi luntur. Sayang sekali. Tapi di sisi lain, hanami seperti sebuah `rehat` singkat dari striknya hidup orang-orang Jepang. Hanami juga merupakan pembelajaran berharga bagi anak tentang alam dan tradisi.
OSAKA
Osaka Castle di kota Osaka termasuk salah satu tempat favorit
untuk ber-hanami. Para peneliti memperkirakan bahwa wilayah yang kini
dikenal dengan nama kota Osaka telah dihuni manusia sejak sepuluh ribu
tahun lalu. Sekitar abad ke-5, kebudayaan Timur telah diperkenalkan ke
wilayah Jepang melalui Peninsula Korea lalu Osaka yang dikemudian hari
menjadi pusat kebudayaan dan politik Jepang.
Pada abad ke-7, ibukota pertama Jepang didirikan di Osaka dan ia
menjadi pintu gerbang kebudayaan dan perdagangan utama Jepang. Kemudian
suatu saat sekitar akhir abad ke-12 kekuatan politik disana jatuh
ketangan kelas pendekar perang dan Jepang mulai memasuki masa
perselisihan sipil dan intrik muncul dimana-mana hingga menumbuhkan
ketidakpastian masa depan rakyatnya.
Pada tahun 1583, Toyotomi Hideyoshi seorang penguasa dimasanya
berhasil menyatukan Jepang dari masa kelam ini dan kemudian memilih
Osaka sebagai tempat tinggalnya. Ia membangun Osaka menjadi pusat
politik serta ekonomi Jepang. Puri Osaka atau Osaka Castle merupakan
salah satu saksi bisu kemegahan masa itu dan menjadi bangunan terindah
yang didirikan oleh Toyotomi Hideyoshi. Puri ini dikelilingi taman yang
penuh pohon Cherry, Plum dan Sakura serta berbunga indah saat musim
semi. Bunga yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat serta mengundang
kekaguman para pengunjung saat ber-hanami.
Di abad ke-17 walalupun pusat kekuatan politik telah bergeser ke Tokyo, Osaka terus berlanjut memainkan peran yang penting dalam mengatur perekonomian dan distribusi barang di Jepang. Di masa ini pula kebudayaan kota berkembang pesat antara lain melalui lahirnya sekolah-sekolah yang dikelola pihak swasta dengan sistim pendidikan yang berbeda dari yang dilaksanakan oleh pemerintah dimasa itu. Melalui cara ini, cara berpikir terbuka dan semangat berwirausaha telah dipupuk dan menjadikan Osaka dikemudian hari menjadi suatu kota metropolis yang modern serta menjadi kota terbesar ketiga di Jepang.
Pada masa lalu, Osaka memang pernah menjadi pusat perdagangan Jepang. Kini, seiring dengan kemajuan jaman, sejak akhir tahun 1990an banyak perusahaan-perusahaan terkemuka memindahkan kantor pusat mereka ke Tokyo. Namun beberapa tetap mempertahankan tradisi berkantor pusat di Osaka.
Di abad ke-17 walalupun pusat kekuatan politik telah bergeser ke Tokyo, Osaka terus berlanjut memainkan peran yang penting dalam mengatur perekonomian dan distribusi barang di Jepang. Di masa ini pula kebudayaan kota berkembang pesat antara lain melalui lahirnya sekolah-sekolah yang dikelola pihak swasta dengan sistim pendidikan yang berbeda dari yang dilaksanakan oleh pemerintah dimasa itu. Melalui cara ini, cara berpikir terbuka dan semangat berwirausaha telah dipupuk dan menjadikan Osaka dikemudian hari menjadi suatu kota metropolis yang modern serta menjadi kota terbesar ketiga di Jepang.
Pada masa lalu, Osaka memang pernah menjadi pusat perdagangan Jepang. Kini, seiring dengan kemajuan jaman, sejak akhir tahun 1990an banyak perusahaan-perusahaan terkemuka memindahkan kantor pusat mereka ke Tokyo. Namun beberapa tetap mempertahankan tradisi berkantor pusat di Osaka.
Posted by BISNIS ONLINE
Loker RSU Bhakti Rahayu
Keterangan
Posisi :
Apoteker,Bidan,Perawat Dan Assisten Perawat RSU Bhakti Rahayu
Perusahaan :
RSU Bhakti Rahayu
Lokasi :
, Bali ID
Dibuka Sejak :
28 - October - 2013 Kirimkan Lamaran
Detail Lowongan Pekerjaan :
Kesempatan berkarir disini bersamaRSU Bhakti Rahayuterbuka lebar untuk anda yang ingin berkarir.
Bursa kerja lowongan dimulai sejak 28 - October - 2013 - atau sekitar2 hari yang lalu. Saat nya bagi anda untuk menunjukan kemampuan bersama RSU Bhakti Rahayu dan sukses bersama kami menjadiApoteker,Bidan,Perawat Dan Assisten Perawat RSU Bhakti Rahayuyang terbaik.
Apoteker,Bidan,Perawat Dan Assisten Perawat RSU Bhakti Rahayu RSU Bhakti Rahayu , Bali ID
Di Butuhkan Tenaga Kesehatan Di RSU Bhakti Rahayu Denpasar Untuk Kategori Sebagai Berikut :
1. Apoteker
2. Bidan
3. Perawat
4. Assisten Perawat
Persyaratan :
1. Fotocopy Ijazah Terakhir
2. Transkrip Nilai
3. Daftar Riwayat Hidup Yang Di Lengkapi Nomor HP
4. Pas Foto Berwarna Ukuran 3×4 Sebanyak 3 Lembar
5. KTP/SIM
Persyaratan Dapat Di Kirim Melalui Email :
rsu.bhakti_rahayu@ live.com
Posisi :
Apoteker,Bidan,Perawat Dan Assisten Perawat RSU Bhakti Rahayu
Perusahaan :
RSU Bhakti Rahayu
Lokasi :
, Bali ID
Dibuka Sejak :
28 - October - 2013 Kirimkan Lamaran
Detail Lowongan Pekerjaan :
Kesempatan berkarir disini bersamaRSU Bhakti Rahayuterbuka lebar untuk anda yang ingin berkarir.
Bursa kerja lowongan dimulai sejak 28 - October - 2013 - atau sekitar2 hari yang lalu. Saat nya bagi anda untuk menunjukan kemampuan bersama RSU Bhakti Rahayu dan sukses bersama kami menjadiApoteker,Bidan,Perawat Dan Assisten Perawat RSU Bhakti Rahayuyang terbaik.
Apoteker,Bidan,Perawat Dan Assisten Perawat RSU Bhakti Rahayu RSU Bhakti Rahayu , Bali ID
Di Butuhkan Tenaga Kesehatan Di RSU Bhakti Rahayu Denpasar Untuk Kategori Sebagai Berikut :
1. Apoteker
2. Bidan
3. Perawat
4. Assisten Perawat
Persyaratan :
1. Fotocopy Ijazah Terakhir
2. Transkrip Nilai
3. Daftar Riwayat Hidup Yang Di Lengkapi Nomor HP
4. Pas Foto Berwarna Ukuran 3×4 Sebanyak 3 Lembar
5. KTP/SIM
Persyaratan Dapat Di Kirim Melalui Email :
rsu.bhakti_rahayu@ live.com

